Rabu, 30 Oktober 2019

Petualangan ke masjid pintu seribu (999) Tangerang Banten..

kamis malam jumaat (24 oktober 2019) dimna kami mengunjungi situs bersejarah yaitu pintu seribu (999) yg terletak di Jl kampung buyur RT.003 RW.004. Periuk jaya kec: periuk kota tangerang, banten.
Disini kami tak mau melepaskan moment-moment terpenting, seperti foto-foto bersama.
Dan kami berlima beranjak menuju pemandian dan ruangan tasbih, untuk sampai ke ruangan tersebut kami melewati jalan-jalan kecil dengan beribu-ribu pintu dan juga sangatlah gelap yg di tuntun langsung oleh juru kuncinya,, dan dalam perjalanan kami melantunkan Sholawat-sholawat Nabi, menggema dan memantulkan sana sini, sungguh sangat indah sekali..
Masjid ini memiliki tiga lantai. Lantai satu dipakai uhtuk ruang dzikir dan dipelajari. Sementara itu, lantai dua dan tiga dikhususkan untuk kegiatan pengajian, salat dan kegiatan agama lainnya. Untuk menelusuri masjid ini, pengunjung harus melewati lorong yang pendek dan pendek. Jalanannya juga berliku bak sebuah labirin.
Selain memiliki seribu pintu, di masjid itu juga ada ruang tasbih berukuran raksasa yang terbuat dari kayu terpajang di salah satu sudut ruangan berteralis besi. Ukuran masing-masing butir tasbihnya berdiameter 10 cm atau sekitar kepalan orang dewasa dan di 99 butir tasbih tersebut tertulis asma'ul Husna. Di beberapa pintu Anda dapat menjumpai ornamen 999. Angka tersebut bermaknan 99 Asmaul Husna dan 9 wali di tanah Jawa.
Setalah masuk keruang kolam untuk mandi bersma dan keruangan Tasbih untuk berdzikir, dimana ruangan tersebt teramat gelap sekali seperti kuburan tanpa pencahayaan sedikitpun,, dan disaat kami berdzikir tak terasa air mata mengalir dan isak tangis dari kami mulai terdengar, di saat itu kami hanya ber lima.. yaitu Inoel, Wisnu, Hikmat, Rizal dan saya sendiri..
Pada kala dzikir mulai menyatu di keheningan dan di kegelapan di ruang tasbih tersebut, seakan-akan kami memang benar-benar berada di dalam kubur dan terasa mati,, 
Dan bebarapa menit kemudian pada ahirnya bunyi tongkat sudah terdengar dari kejauhan di sela-sela kegelapan dan Nafas kami masih berdzikir,
Tak lama kemudian bunyi tongkat itu semakin keras dan semakin mendekat,, dan saat itu pula ada bunyi pintu terbuka,, Lalu mengucapkan salam kepada kami.. dan kami mejawabnya dg serentak, dan membuka mata kami, tidak lain kami sudah di jemput oleh juru kuncinya karena batas waktu yg saya minta sudah sampai yaitu hanya 30 menit saja..
Kamipun keluar dengan bergandengan tangan dan juga dalam perjalanan keluar kami tetap melantunkan Sholawat bersama-sama
Sesampai di luar kami langsung keruangan ASTA/KUBURAN waliyullah. Yaitu: Bernama Syeikh Al Faqir Mahdi tahun 1978. 
Yang menurut sejarah beliau juga pendiri masjid Pintu seribu (Nurul Yaqin).
Masjid Agung Nurul Yaqin atau biasa disebut dengan Masjid Pintu Seribu terletak di Kampung Bayur, Kelurahan Priuk Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten dibangun oleh warga yang bermitra dengan orang Arab bernama Syeikh Al Faqir Mahdi tahun 1978.
Disana kami bertahlin dan membaca surah Yasin bersama,
Begitulah sedikit ulasan cerita perjalan kami ke masjid tersebut yg punya banyak cerita dan moment-moment yg sangat indah baik dari struktur pembangunannya dan juga tulisan kaligrafinya setiap tiang dan dinding-dinding masjid yg menurut cerita bahwa kaligrafi tersebut yg tertulis di dinding-dinding dan tiang-tiang masjid adalah Al-Qur'an 30juzz, "Subhanallah" sungguh pemandangan yg sangat indah petualangan kami kali ini...
Sampai disini ulasan yg dapat saya pribadi Rangkai dan saya tulis jika ada kata-kata atau kalimat yg kurang tersusun atau kurang dimenegrti, saya (Ridho Arya Araspati).
Selaku penulis mohon maaf sebesar-besarnya... 

Salam
mafia Sholawat
Dzikir Hati Qalam Langit
Perjalanan Sang Salik..



Pendiri dan ketua umum Laskar Jokotole
                    -Ridho Arya Araspati-

1 komentar: